RAPAT DARING PENYUSUNAN STANDAR PROTOKOL KESEHATAN BIDANG PARIWISATA DENGAN DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI

RAPAT DARING PENYUSUNAN STANDAR PROTOKOL KESEHATAN BIDANG PARIWISATA DENGAN DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI

Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali mengikuti Rapat Daring (online meeting) yang diprakarsai Dinas Pariwisata Provinsi Bali Kamis (28/05/2020).
RAPAT DARING PENYUSUNAN STANDAR PROTOKOL KESEHATAN BIDANG PARIWISATA DENGAN DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali mengikuti Rapat Daring (online meeting) yang diprakarsai Dinas Pariwisata Provinsi Bali Kamis (28/05/2020). Rapat dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan diikuti oleh Instansi terkait serta para praktisi Pariwisata di Provinsi Bali. Kepala BaRI hadir mengikuti serangkaian pelaksanaan Rapat tersebut didampingi Kabid Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan, Kabid Prioritas Pembangunan Bali, Kabid Penunjang Pembangunan Bali, Kabid Pengelolaan Kekayaan Intelektual Daerah serta para Kasubag dan Kasubid terkait di lingkungan BaRI. 

Agenda Rapat kali ini membahas penyusunan standar protokol kesehatan di bidang pariwisata. Bahwa sebagai tindaklanjut Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (COVID-19) di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (area publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha, serta pelaksanaan penyusunan Protokol Tata Kehidupan Bali era Baru Pasca Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali menempatkan bidang pariwisata sebagai salah satu fokus prioritas pemulihan  perekonomian Bali untuk dapat memulai kembali aktivitas kegiatan kepariwisataan dengan menerapkan protokol kesehatan. Bidang Pariwisata tersebut meliputi akomodasi pariwisata, transportasi pariwisata, destinasi pariwisata, restoran dan wisata tirta.

Beberapa hal yang menjadi perhatian yaitu dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), pengadaan fasilitas cuci tangan/hand sanitizer, dan penerapan etika penggunaan masker sebagai bentuk kewaspadaan pencegahan dan penanganan Covid-19. Agenda dilanjutkan dengan dengar pendapat dari para praktisi pariwisata di Bali sebagai bentuk harmonisasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah terkait penerapan protokol kesehatan di bidang pariwista.

Kepala BaRI selaku Koordinator Tim Penyusunan Protokol Tata Kehidupan Bali Era Baru dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kerjasamanya kepada para praktisi pariwisata di Bali serta Instansi terkait, lebih lanjut Ka BaRI mohon dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan di Bali untuk dapat menerapan protokol normal baru dimaksud secara terintegrasi dan efektif di seluruh Kab/Kota se-Bali.

Read More
RAPAT PEMBAHASAN KAJIAN STRATEGIS PEMULIHAN EKONOMI DI SEKTOR PERTANIAN

RAPAT PEMBAHASAN KAJIAN STRATEGIS PEMULIHAN EKONOMI DI SEKTOR PERTANIAN

Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali menyelenggarakan Rapat Pembahasan  Kajian Strategis Pemulihan Ekonomi di Sektor Pertanian, Rabu (27/5/2020)
RAPAT PEMBAHASAN KAJIAN STRATEGIS PEMULIHAN EKONOMI DI SEKTOR PERTANIAN

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali menyelenggarakan Rapat Pembahasan  Kajian Strategis Pemulihan Ekonomi di Sektor Pertanian, Rabu (27/5/2020) bertempat di Ruang Rapat BaRI. Rapat dipimpin Kepala BaRI dan dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Suparta, MS serta Dr. I Gede Made Sadguna, SE., MBA., DBA selaku Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kabid Penunjang Pembangunan Bali, Kabid Prioritas Pembangunan Bali, beserta para Kasubid di Bidang Prioritas Pembangunan Bali.

Agenda rapat diawali pembahasan tentang strategi pemulihan stabilitas ekonomi di Provinsi Bali pasca Pandemi Covid-19. Prioritas pembangunan Provinsi Bali difokuskan pada 3 sektor perekonomian unggulan yaitu sektor pariwisata, sektor pertanian dan sektor UMKM. Pembangunan sektor pertanian di Bali dalam arti luas bertujuan untuk melanjutkan usaha-usaha memantapkan swasembada pangan. Pada sektor pariwisata, pengembangannya dilaksanakan dengan bermuara pada karakter kebudayaan Bali yang dijiwai agama Hindu, dan pada sektor UMKM bertumpu pada pengembangan industri kecil dan kerajinan yang berkaitan dengan sektor pertanian dan sektor pariwisata.

Agenda dilanjutkan dengan penyusunan langkah-langkagh strategis upaya pemulihkan stabilitas perekonomian di Bali khususnya bidang pertanian, antara lain:

  1. Mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan efisien, berbasis iptek dan sumberdaya lokal, serta berwawasan lingkungan melalui pendekatan sistem agribisnis dan perumusan kebijakan serta program-program pembangunan pertanian.
  2. Menciptakan keseimbangan ekosistem pertanian yang mendukung peningkatan produksi dan produktivitas dalam upaya peningkatkan kemandirian pangan melalui konsep trasformasi sektor pertanian yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan UMKM.
  3. Penerapkan konsep collective farming dan integrated land use planning kepada para petani sebagai bentuk inovasi, pemanfaatan iptek dan sumberdaya lokal guna menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing tinggi.
Read More